RUU Cipta Kerja Dinilai Bisa Mempercepat Siaran Digital

Omnibuslaw-watch.id, Jakarta- Pengamat telekomunikasi Indonesia menakar peluang RUU Cipta Kerja terhadap migrasi siaran televisi dari analog menjadi digital.

“Jika disepakati pasalnya berbunyi seperti itu, lugas,” kata Nonot Harsono dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), saat dihubungi ANTARA di Jakarta pada Jumat.

Informasi yang beredar, draft RUU Cipta Kerja untuk pasal yang mengatur analog switch off (ASO) berbunyi migrasi penyiaran televisi dari analog ke digital dan penghentian siaran analog selesai paling lambat dua tahun sejak diundangkan.

Menurut Nonot, jika aturannya berbunyi demikian, maka ASO harus terjadi maksimal dua tahun.

“Kalau tidak patuh, melanggar undang-undang,” kata Nonot.

Meski pun begitu, Nonot menilai pemerintah perlu bersikap bijaksana seperti melakukan survey kebutuhan setup box dan uji coba siaran di daerah.

RUU Cipta Kerja dinilai bisa mempercepat siaran digital, ketika siaran analog berakhir, negara akan memiliki spektrum yang kosong karena ditinggalkan, atau yang disebut dividen digital.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, saat webinar “Unlocking 5G Potential for Digital Economy in Indonesia”, Kamis (24/9), mengindikasikan isu yang ada di spektrum low band 700MHz akan terjawab dengan RUU Cipta Kerja.

Siaran televisi analog saat ini menggunakan frekuensi 700Mhz.

Terkait dengan dividen digital, pindah dari analog ke digital bisa ditetapkan waktunya. Frekuensi tersebut bisa segera kita rilis,” kata Ismail.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Social Network Widget by Acurax Small Business Website Designers
Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram