Pengusaha UMKM Butuh Regulasi Pro Seperti RUU Cipta Kerja

Omnibuslaw-watch.id, Jakarta- Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andraraskmara mengungkapkan, pengusaha UMKM saat ini membutuhkan regulasi-regulasi yang pro kepada mereka. 

Selain itu, perlu ada mentoring atau pendampingan dari pengusaha yang sudah berhasil kepada mereka yang akan merintis usaha seperti UMKM.

Hal itu disampaikan Arnaz saat menjadi pembicara pada Webinar Komitmen RUU Cipta Kerja Pada Usaha Kecil dan Menengah, Rabu (23/9/2020) malam.

“Sekarang upaya kita adalah bagaimana mendorong regulasi yang pro UMKM, bagaimana mendorong regulasi khususnya dalam hal permodalan. Nah, inilah sebenarnya regulasi-regulasi yang pro pengusaha UMKM yang dijawab oleh Pak Yustinus tadi keterkaitannya dengan RUU Cipta Kerja,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, meski secara regulasi ini akan memudahkan pelaku usaha UMKM baik yang sudah ada maupun yang akan muncul, tapi yang juga penting adalah bagaimana menyiapkan mentoring-mentoring bagi para pengusaha-pengusaha baru itu.

“Jadi harus seimbang, RUU Cipta Kerja meringankan peijinan-perijinan dan ini akan melahirkan pengusaha-pengusaha baru, tapi mentoring-mentoring dari pengusaha yang sudah jadi kepada mereka yang akan merintis usaha juga harus dikuatkan. Kalau tidak, misal muncul 10 pengusaha baru tapi tidak didampingi dengan benar yang rontok juga,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelemahan pengusaha baru termasuk UMKM adalah pada sisi perilaku administrasi.

“Jika mereka tidak bisa menggabungkan antara perilaku kewirausahaan dengan perilaku administrasi usaha, ya sangat sulit berkembang. Makanya dibutuhkan mentoring, pendampingan,” kata Arnaz.

Ia melanjutkan, meski kondisi sulit seperti sekarang, teman-teman pengusaha UMKM harus optimis.

“Saya yakin lah apa yang telah dilakukan oleh Kementerian Keuangan, dan saya yakin akan kemampuan Bu Sri Mulyani, walaupun di kwartal ke tiga 2020 terjadi sebuah resesi tapi tidak terlalu besar katakanlah begitu. Kuncinya pengusaha UMKM harus bisa main di level aman dan realistis.

Pertumbuhan UMKM di Kota Semarang sendiri menurut Arnaz, dari sebelumnya setiap tahun naik 2-3 persen, justru saat kondisi sekarang juga malah naik bukan turun. Karena ada yang dulunya kerja di perusahaan lalu dirumahkan, sekarang beralih menjadi pengusaha pemula.

Selain Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara, Webinar yang digelar Kadin Kota Semarang juga menghadirkan Yustinus Prastowo Jubir Menteri Keuangan, Bambang Suranggono Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, dan Naneth Ekopriyono salah seorang pelaku dan pembina banyak pengusaha kecil di Semarang.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Animated Social Media Icons by Acurax Responsive Web Designing Company
Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram